INSPEKTORAT, “ON AIR” DI RRI ATAMBUA

Hari ini, Rabu 21 Agustus 2019. Inspektorat Daerah Kabupaten Belu on Air di Radio Republik Indonesia Atambua. Pembicara adalah Inspektur Daerah Kabupaten Belu, R.Th.Jossetiyawan Manek, S.Pt.  

Momen  ini sangat berharga bagi Inspektorat untuk berbagi tentang  kiprah Inpektorat dalam membina dan mengawal implementasi pembangunan daerah dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pengukuran pencapaian kinerja pemerintah daerah.

Kiprah penting dan strategis Inspektorat ini, tentu sering dikumandangkan dalam berbagai kegiatan kepada masyarakat luas, terutama kepada pelaku pembangunan. Namun momen on air  di RRI hari ini menjadi lebih istimewa. Sebab Inspektorat tampil menyampaikan perannya dengan cara yang berbeda dalam waktu yang singkat tetapi pesan dapat terjangkau ke area kota Atambua dan sekitarnya.

Pada kesempatan ini, Inspektur menyampaikan peran strategis Inspektorat dalam pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah. Seperti kerjasama dengan KPK terkait kegiatan koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah)  penyelenggaraan pemerintah daerah dalam bentuk fasilitasi rencana strategis aksi KPK untuk menilai pelaksanaan pembangunan daerah melalui pemenuhan insfrastruktur dari elemen perencanaan, penganggaran, level kapabilitas APIP, pengadaan barang dan jasa, menagemen ASN dan pelayanan publik. Kegiatan lainnya adalah kerjasama dengan institusi Kejaksaan  dan Kepolisian Atambua untuk mencegah Tindak Pidana Korupsi dan Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Kegiatan inovasi early warning system pengelolaan dana desa, dana BOS dan sumber dana lainnya melalui kegiatan coffee morning dan pojok konsultasi  dengan pelaku pengelola keuangan desa dan dana BOS, Sapu bersih hasil pemeriksaan (saber HP), reviu semua dokumen anggaran, audit dan beberapa peran penting lainya. Peran sesungguhnya Inspektorat bukan untuk mencari-cari kesalahan pelaku pembangunan daerah ataupun kelemahan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah tetapi untuk mengawal tahapan pelaksanaan pembangunan agar berjalan di atas rel yang telah digariskan oleh regulasi.

Bagian akhir dialog ini, Inspektur menyampaikan bahwa mimpi besar inspektorat ke depan lebih independen dan terjadi penambahan kuantitas personil auditor sebagai tindak lanjut catatan BPK dan BPKP atas kekurangan tenaga auditor. Beliau juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemda Belu karena telah mendukung Inspektorat dengan  alokasi anggaran yang memadai. (Damas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *