Potret Pengelolaan Dana Desa 2019

Jumat 17 Mei 2019. Inspektorat Daerah Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur  menggelar coffee morning bagi Kepala Desa, BPD,

Bendahara, TPK, Sekretaris Desa dan Pendamping Lokal Desa di Kecamatan Lamaknen. Kegiatan ini merupakan inovasi Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Belu yang dilaksanakan sejak tahun 2018. Spiritnya adalah upaya preventif penyimpangan pengelolaan keuangan daerah, termasuk pengelolaan keuangan desa, sehingga Pimpinan OPD dan kepala desa dapat menerapkan asas transaparan, akuntabel, tertib dan disiplin dalam melaksanakan pengelolaan keuangan sehingga terhindar dari jeratan kasus/tindak pidana korupsi.

Dalam seremonial pembukaan, Inspektur Pembantu Wilayah I, Bapak Drs. Remigius Halek meyampaikan bahwa kegiatan coffee morning merupa

kan salah satu bentuk implementasi tugas consulting  APIP untuk memberi  nilai tambah dan meningkatkan operasional desa. Untuk itu, Inspektorat melalui para auditor telah menginventaris berbagai kondisi/ permasalahan hasil pemeriksaan maupun monitoring yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Belu tahun 2019. Diharapkan semua peserta aktif dalam kegiatan ini  sehingga semua persoalan, dalam pengelolaan keuangan tahun 2019, yang akan dihadapi dapat diselesaikan.

Sementara itu, Camat Lamaknen sebelum membuka  kegiatan secara resmi,  menyampaikan terima kasih setingginya kepada Inspektorat Daerah Kabupaten Belu, karena telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas penatausahaan pengelolahan keuangan desa. Diharapkan kegiatan seperti ini secara terus meneruskan dilakukan demi mencegah terjadinya penyimpangan pengelolaan keuangan di desa.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan kelemahan pengelolaan keuangan desa, hasil pemeriksaan

Inspektorat oleh Auditor Madya, Bapak Blasius Manek Lonis, S.Sos. Proses ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok terfokus untuk membahas dan memberikan pemahaman intens dan detail tentang apa penyebab mendasar terjadinya kelemahan pengelolaan keuangan desa dan bagaimana penatausahaan pengelolaan keuangan desa yang seharusnya. Peserta dibagi dalam 3 (tiga) kelompok, setiap kelompok terdiri dari 25 -30 orang yang didampingi beberapa Auditor. Diskusi berjalan sangat alot karena peserta sangat aktif bertanya seputar permasalahan dalam pengelolaan keuangan desa.

Diskusi diakhiri dengan penandatanganan komitmen Kepala Desa dan BPD se-Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan agar pengelolaan Dana Desa tahun 2019, lebih transparan, akuntabel, gotong royong, tertib dan disiplin.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas PPKAD Kabupaten Belu, Camat Lamaknen dan Lamaknen Selatan,  para kepala desa, ketua BPD, Bendahara, TPK dan Pendamping  dana desa tingkat desa dan kecamatan. (Damas  )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *