Pungutan Liar: Ancaman Nasional

Inspektorat Kabupaten Belu mengadakan sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) pada hari Kamis, 12 April 2018 di Emaus, Nenuk. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh para camat dan lurah/desa se kecamatan Kota Atambua, Atambua Selatan, Atambua Barat, Tasifeto Barat, Nanaet Duabesi, dan Raimanuk. Kegiatan yang sama sudah dilakukan tahun lalu untuk sekolah-sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK se kabupaten Belu.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Belu (Drs. Petrus Bere), Kepala Sub Detasemen Polisi Militer Kabupaten Belu, dan Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah NTT Wilayah Belu. Acara tersebut dibuka dengan pengantar oleh Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu (R. Th. Jossetiyawan Manek, S.Pt) dan dibuka oleh Sekda Belu. Dalam sambutannya, Sekda Belu menekankan hal-hal penting yang berhubungan dengan upaya memberantas pungutan liar. “Keinginan jahat muncul karena manusia tidak mampu mengendalikan diri. Karena itu setiap peserta yag hadir hari ini mempunyai komitmen baru untuk menjauhkan pungutan-pungutan liar di instansi masing-masing”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Belu mengungkapkan bahwa, selain terorisme dan narkotika, pungutan liar merupakan salah satu ancaman nasional. Karena itu dibentuk satuan tugas saber pungli dari pusat sampai daerah untuk mananggulangi pungutan liar.

Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut; Kasatreskrim Polres Belu (Jemi Oktovianus Noke, SH) dan Kasi Pidsus Kajari Belu (Dany Agusta M. Salmun, SH, MH), dan bertindak sebagai moderator Irwil IV Inspektorat Kabupaten Belu (Drs. Paulus Seran Nahak). Pemaparan materi oleh narasumber dan diskusi banyak membahas kebiasaan-kebiasaan pungutan yang dilakukan di desa-desa dan instansi pemerintah. Pada prinsipnya pungutan harus diatur dalam peraturan yang resmi. Selain itu tergolong pungli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *