Pengaruh Penyimpanan terhadap Stabilitas Senyawa Bioaktif dalam Ekstrak Daun Jambu Biji
· Studi Stabilitas Flavonoid selama Penyimpanan Ekstrak Daun Jambu Biji: Penyimpanan ekstrak daun jambu biji dalam kondisi yang berbeda, seperti suhu, cahaya, dan kelembapan, dapat mempengaruhi stabilitas senyawa flavonoid, yang merupakan komponen bioaktif utama. Flavonoid, seperti quercetin dan kaempferol, rentan terhadap degradasi oksidatif dan fotodegradasi, yang dapat mengurangi efektivitasnya. Studi ini mengevaluasi bagaimana berbagai kondisi penyimpanan mempengaruhi stabilitas flavonoid dan menentukan cara terbaik untuk menjaga potensi ekstrak selama periode penyimpanan yang panjang.
· Pengaruh Suhu Penyimpanan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak: Suhu penyimpanan merupakan faktor kritis yang mempengaruhi stabilitas senyawa bioaktif dalam ekstrak daun jambu biji. Penelitian ini mengkaji bagaimana suhu rendah, suhu kamar, dan suhu tinggi selama penyimpanan dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan senyawa fenolik dalam ekstrak. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH dan ABTS, dan hasilnya menunjukkan bahwa penyimpanan pada suhu yang lebih tinggi cenderung mempercepat degradasi senyawa fenolik, sehingga menurunkan aktivitas antioksidan ekstrak.
· Studi Degradasi Senyawa Tannin dalam Kondisi Penyimpanan yang Berbeda: Senyawa tannin dalam ekstrak daun jambu biji memiliki sifat bioaktif yang penting, namun stabilitasnya dapat terganggu selama penyimpanan. Penelitian ini meneliti pengaruh faktor penyimpanan seperti paparan cahaya dan oksigen terhadap degradasi tannin. Hasilnya menunjukkan bahwa tannin mengalami penurunan konsentrasi yang signifikan ketika disimpan dalam kondisi terang atau dalam wadah yang tidak kedap udara, mengindikasikan perlunya penyimpanan di tempat gelap dan wadah yang tertutup rapat untuk mempertahankan stabilitasnya.
· Analisis Stabilitas Senyawa Terpenoid dalam Ekstrak Selama Penyimpanan Jangka Panjang: Terpenoid merupakan komponen bioaktif penting dalam ekstrak daun jambu biji yang berkontribusi terhadap berbagai aktivitas biologis, termasuk antimikroba dan antiinflamasi. Studi ini mengevaluasi stabilitas senyawa terpenoid selama penyimpanan jangka panjang, dengan fokus pada perubahan komposisi kimia dan potensi penurunan efektivitas terapeutik. Penyimpanan pada suhu rendah dan dalam wadah kedap udara terbukti paling efektif dalam menjaga integritas senyawa terpenoid, sementara kondisi penyimpanan yang tidak optimal dapat menyebabkan penurunan kualitas ekstrak.