Mekanisme Aksi Obat Antikanker pada Sistem Limfatik: Targeting Sel Limfoma dan Leukemia
· Inhibitor Kinase dalam Pengobatan Limfoma dan Leukemia: Obat antikanker seperti imatinib dan ibrutinib berfungsi sebagai inhibitor kinase, menargetkan protein kinase spesifik yang terlibat dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker. Imatinib, misalnya, menghambat tirosin kinase BCR-ABL yang ditemukan dalam leukemia mieloid kronis (CML), sedangkan ibrutinib menargetkan Bruton’s tyrosine kinase (BTK) yang penting dalam limfoma sel B. Dengan k kinase ini, obat-obatan ini mengurangi proliferasi sel kanker dan meningkatkan apoptosis, berkontribusi pada kontrol dan remisi penyakit.
· Antibodi Monoklonal untuk Menargetkan Sel Kanker Limfatik: Antibodi monoklonal seperti rituximab dan alemtuzumab digunakan untuk menargetkan antigen spesifik pada permukaan sel kanker, seperti CD20 pada limfoma sel B dan CD52 pada leukemia limfositik kronis (CLL). Rituximab mengikat CD20, menyebabkan lisis sel kanker melalui mekanisme sitotoksisitas yang dimediasi antibodi (ADCC) dan aktivasi komplemen. Alemtuzumab mengikat CD52, yang menginduksi apoptosis sel limfoid dan mengurangi beban tumor, memberikan pendekatan terapeutik yang efektif dalam pengelolaan limfoma dan leukemia.
· Terapi Target untuk Mengatasi Mutasi Genetik pada Sel Kanker: Terapi target seperti obat penghambat proteasom (misalnya bortezomib) dan inhibitor PARP (misalnya olaparib) berfungsi dengan menargetkan mekanisme molekuler spesifik yang terganggu dalam sel kanker. Bortezomib menghambat proteasom, mengakibatkan akumulasi protein pro-apoptotik dan penghambatan protein anti-apoptotik, yang menyebabkan kematian sel kanker. Olaparib menghambat enzim PARP yang terlibat dalam perbaikan DNA, terutama pada sel kanker dengan mutasi BRCA, meningkatkan efek sitotoksik pada sel kanker limfatik dan hematologi.
· Terapi Imun untuk Limfoma dan Leukemia: Terapi imun, termasuk terapi sel CAR-T, melibatkan rekayasa genetik sel T pasien untuk mengekspresikan reseptor chimeric antigen receptor (CAR) yang spesifik untuk antigen pada sel kanker. Misalnya, sel CAR-T yang menargetkan antigen CD19 digunakan untuk mengobati limfoma dan leukemia sel B. Setelah infusi kembali ke tubuh pasien, sel CAR-T mengenali dan menghancurkan sel kanker yang mengekspresikan antigen target. Terapi ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengatasi penyakit limfatik yang resisten terhadap terapi konvensional.