Karakterisasi Senyawa Tanin dari Kulit Kayu Manis dan Potensinya sebagai Antiinflamasi
· Isolasi dan Identifikasi Tanin dari Kulit Kayu Manis: Tanin merupakan senyawa polifenol yang banyak ditemukan dalam kulit kayu manis dan memiliki berbagai aktivitas biologis. Karakterisasi tanin dari kulit kayu manis dilakukan melalui isolasi menggunakan metode ekstraksi pelarut dan diikuti dengan identifikasi menggunakan teknik kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) dan spektroskopi massa (MS). Hasil analisis menunjukkan adanya tanin terkondensasi dan tanin terhidrolisis yang berperan dalam berbagai aktivitas farmakologis, termasuk potensinya sebagai agen antiinflamasi.
· Evaluasi Aktivitas Antiinflamasi Tanin Kulit Kayu Manis melalui Uji In Vitro: Aktivitas antiinflamasi tanin yang diisolasi dari kulit kayu manis diuji menggunakan model in vitro, seperti sel makrofag yang distimulasi oleh lipopolisakarida (LPS). Hasil uji menunjukkan bahwa tanin dapat menurunkan produksi mediator inflamasi seperti prostaglandin E2 (PGE2) dan sitokin proinflamasi, termasuk TNF-α dan IL-6. Aktivitas ini mengindikasikan bahwa tanin dari kulit kayu manis memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi yang efektif dalam menghambat respons peradangan pada tingkat seluler.
· Penentuan Mekanisme Kerja Tanin dalam Menghambat Jalur Inflamasi: Tanin dari kulit kayu manis berpotensi menghambat jalur inflamasi melalui berbagai mekanisme, termasuk penghambatan enzim siklooksigenase (COX) dan lipooksigenase (LOX), yang berperan dalam biosintesis mediator inflamasi. Studi ini mengeksplorasi bagaimana tanin memodulasi jalur molekuler tersebut, serta efeknya terhadap aktivasi faktor transkripsi NF-κB, yang merupakan regulator utama dalam respons inflamasi. Temuan ini memberikan wawasan lebih dalam tentang potensi tanin sebagai agen terapeutik dalam pengelolaan penyakit inflamasi.
· Pengembangan Formulasi Topikal Berbasis Tanin untuk Pengobatan Inflamasi: Berdasarkan aktivitas antiinflamasi yang kuat, tanin dari kulit kayu manis dikembangkan menjadi formulasi topikal seperti krim atau gel untuk pengobatan lokal pada kondisi inflamasi, seperti dermatitis atau arthritis. Formulasi ini dirancang untuk memaksimalkan penetrasi tanin ke dalam kulit dan memastikan stabilitas serta aktivitasnya tetap terjaga. Uji klinis awal pada model hewan menunjukkan bahwa aplikasi topikal tanin efektif dalam mengurangi gejala peradangan, sehingga menjanjikan sebagai alternatif alami untuk pengobatan inflamasi.