PKS: SHARING BY LEARNING

Jumat, 13 Maret 2020. Auditor yang telah melakukan penugasan Pendidikan dan Pelatihan di luar daerah, Ibu Imelda Prima Dejanti Bria, SH dan Jean Korsini Angeline Klau, SE menjadi narasumber dalam PKS. Topik yang diusung sesuai materi diklat substantif yang mereka peroleh adalah “Program Kerja dan Kerta Kerja Audit”. Terdapat dua subtema yang disajikan yakni Program Kerja Audit (PKA) dan Kertas Kerja Audit (KKA). Kedua tema ini merupakan satu kesatuan yang utuh dalam penugasan audit. PKA disusun oleh Ketua Tim sebagai pedoman yang harus dipatuhi oleh Anggota Tim dalam setiap penugasan, seperti:  audit, reviu, evaluasi, monitoring, asistensi dan kegiatan pengawasan lainnya.  Sementara, KKA adalah catatan atau rekaman proses pemeriksaan yang dilakukan anggota Tim sesuai PKA.

Penyusunan PKA dan KKA bukan hal baru bagi auditor. Namun setidaknya, PKS yang mengusung tema ini, mengingatkan Tim Pemeriksa agar setiap penugasan mutlak mematuhi kedua unsur sehingga hasil output penugasan lebih berkualitas.

Sebagaimana diketehui, salah satu kebiasaan positif yang dibangun di Inspektorat Daerah Kabupaten Belu adalah membagi pengetahuan kepada sesama aparatur. Pembagian pengetahuan tersebut dilakukan paska satu atau lebih Aparatur Inspektorat, mengikuti pelatihan, bimbingan teknis atau kegiatan serupa lainnya.

Mekanismenya mudah. Aparatur yang pulang menjalankan tugas luar daerah untuk diklat, bimtek atau kegiatan lain, menyampaikan headline materi pembelajaran kepada Inspektur serentak jadwal Pelatihan Kantor Sendiri (PKS), kemudian menyampaikan jadwal kepada Satuan Tugas (Satgas) PKS untuk diumumKan melalui grup WhatsApp Inspektorat.

Lama waktu PKS biasanya 2 -3 jam, namun waktu tersebut bersifat tentatif, tergantung “seksinya” isi materi yang disajikan, yang sudah tentu menggugah selera peserta PKS untuk mengeksplora lebih jauh dengan mengajukan pertanyaan untuk diskusi. Kegiatan ini sederhana, mudah dan murah, namun dibaliknya terdapat pelajaran menarik, antara lain:

  1. PKS ekspresi rasa tanggungjawab aparatur terhadap penugasan. Bahwa semangat utama dan pertama penugasan not for refreshing but for learning.  Inspektur Inspektotrat Daerah Kabupaten Belu, Bapak R.Th. Jossetiyawan Manek, S.Pt  dalam setiap kesempatan PKS menyampaikan bahwa:”Dalam setiap penyampaian headline materi kegiatan kepada saya, sebaiknya jangan diawali dengan cerita tentang obyek wisata, atau kuliner yang lezat di tempat kegiatan, tetapi cerita tentang informasi menarik dari kegiatan yang bisa diadopsi di lingkungan kerja Inspektorat, sehingga kenierja Inspektorat dari waktu ke waktu meningkat.”
  2. PKS kesempatan belajar menjadi pembicara atau narasumber. Menyandang predikat pembicara atau narasumber di tengah para sahabat bukan perkara mudah. Ujian tersulit menjadi posisi ini, justru berada ditengah teman-teman, pimpinan dan senior. Ujian untuk menjadi narasumber yang handal adalah menjadi narasumber bagi teman-teman, senior dan pimpinan. Jika kita lulus dalam ujian ini, maka ujian di tempat lain sudah menjadi perkara yang mudah. Kuncinya mengikuti kegiatan dengan serius di tempat pelatihan atau bimtek dan menyaring materi tersebut membentuk kesimpulan yang disajikan dalam bentuk materi. Dalam konteks ini, ungkapan: “ Alah Bisa Karena Biasa” yang artinya apabila suatu pekerjaan telah terbiasa dilakukan, maka tidak terasa lagi kesukarannya atau sudah memiliki pengalaman praktek yang lebih baik.”
  3. PKS, kesempatan membagi kepada sesama. Membagi sesungguhnya aktualisasi dari sala
  4. h satu sifat dasar manusia sebagai homo socius (makluk social). Membagi tidak dibatasi pada materi atau uang. Tetapi juga dalam bentuk lain, seperti membagi informasi tentang pengetahuan. PKS mengingatkan kita bahwa seharusnya membagi bagian yang melekat dalam diri manusia.

Masih banyak pelajaran lain yang bisa dipetik dibalik kegiatan PKS. Tergantung masing-masing memaknainya. (Damas)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *